Lingkarbumipertiwi – Budaya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, setiap daerah khususnya di pulau terluar di Indonesia selalu dilaksanakan. Apalagi, untuk umat muslim yang sudah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Membahas tradisi Lebaran atau Idul fitri, mungkin kita akan langsung menjawab mudik pulang ke kampung halaman, dan sungkem meminta maaf sekaligus memohon restu agar mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan lahir batin kepada orang yang lebih tua.
Membahas tradisi menyambut Lebaran, Grebeg Syawal menjadi salah satu ritual rutin digelar setiap tahunnya. Tradisi yang berasal dari Keraton Yogyakarta ini dilakukan setiap 1 Syawal, atau tepat pada Hari Raya Idul fitri. Grebeg Syawal merupakan wujud syukur setelah melewati bulan Ramadan yang sudah dilaksanakan sejak abad ke-16.
Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ada budaya atau tradisi Perang Topat atau perang ketupat, merupakan sebagai tradisi menyambut Lebaran yang unik dan penuh makna dan menjadi budaya. Konon, tradisi saling melemparkan ketupat ini merupakan simbol kerukunan antar umat beragam yaitu Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok.
Sebelum peperangan dimulai, masyarakat akan melakukan doa dan ziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang, dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Uniknya, setelah tradisi dimulai, ketupat-ketupat yang digunakan untuk berperang akan kembali diperebutkan, karena dipercaya membawa kesuburan sehingga membuat panen melimpah.